Monday, April 28, 2014

Me Vs. John Travolta

John Travolta
Sumber

First of all, gue bukanlah penggemar berat John Travolta, gue bukan fans, tidak terlalu mengidolakan, dan gue juga bukan saudaranya John Travolta.
Kenapa gue menampakkan foto jadul John Travolta di awal postingan ini?
Pertama, bisa kalian lihat di awal judul postingan ini yaa. Sangat istimewa sehingga namanya bisa masuk kategori lolos seleksi judul blog "Parkit Biru"
Kedua, dia bisa dikatakan sebagi tokoh yang sangat berpengaruh di dalam cerita ini.
Ketiga, dia bisa dikatakan sebagai tokoh yang cukup mengambil peran penting di kehidupan dan kenangan Umi Jariyah
Keempat, well, foto jadulnya lebih ganteng bila dibandingkan dengan foto si "bapak" yang sekarang-sekarang ini.hhaha

.
.
.
.
.


"Mi, isian nomor 2 lu jawab apa?". Pertanyaan dari Tamas, teman depan bangku gue yang lagi nengok ke belakang buat nanya jawaban Ujian Mid Semester. Bukan, bukan, Tamas bukan nanya jawabannya. He just want to make sure about the answer. Saat itu udah last minute dan kertas ujian udah mau dikumpulin.

"John Travolta, gak tau. Ngasal". Dengan entengnya gue nyebut nama itu. Fyi, soal isian nomor 2 itu menanyakan tentang salah satu tokoh penemu di pelajaran Kimia, entah penemu apa, lupa gue. Ya, Kimia. Dulu gue gak suka banget sama pelajaran Kimia, dan ampe sekarang pun gue gak suka,hhaha

Volta, Volt, uuhhmm, well, mungkin John Travolta adalah salah satu tokoh tersebut. Karena gue gak suka Kimia otomatis gue belajar ngasal aja waktu mau ujian,hmm
"Ya sudahlah, yang penting diisi", pikir gue sewaktu ngisi jawaban soal tersebut.

Saat itu, para siswa di SMA gue melakasanakan Ujian Mid Semester. Posisi gue udah kelas XII (kelas 3). Sekitar udah mau akhir tahun 2009. Ujian Kimia dilaksanakan di hari Rabu. Ya, gue inget banget hari Rabu. Karena sejak saat itu, gue mencetak sejarah. Mencetak sejarah meeeen, sejaraaaah! Catet itu, cateeet!

Ujian cuma ampe Sabtu, dan hari Senin pun kita udah mulai masuk sekolah lagi.

Udah hari Senin aja dan ketika itu gue lagi berdiri di depan majalah dinding di gedung B, gedungnya anak kelas 3. Sewaktu istirahat gue sambil baca koran sama baca-baca pengumuman yang tertempel di mading tersebut. Tiba-tiba teman gue sebut saja si Bame nyamperin gue dan berkata,
"Mi, lo tadi di omongin di kelas gue tau sama pak Yatno". Fyi, Pak Yatno adalah salah satu guru Kimia di sekolah gue.
Agak sedikit kaget (iya, ini kagetnya masih dikiit.hhaha) gue nanya balik, "Kok bisa? Kenapa?".
"Lo nulis John Travolta kan di lembar Ujian?"
"Lho? Emang John Travolta itu siapa?". Dengan polosnya gue nanya siapaa itu John Travolta? Oooh meeen Miii, lo kalo gak tau ngapain di tuliiis. Ah, iya, gue pikir salah satu tokoh penemu di pelajaran Kimia.
"Dia kan penyanyi sama aktor kali Mi". 

Uuuhm, well. Sampai saat itu gue cuma sedikit kaget dan gue masih merasa kalo it's not a big deal about wrote an actor name on your exam paper. Saat itu juga gue masih denial dan otak gue langsung defense bahwa gue gak sengaja dan gue gak salah.hmm
Sampai otak gue nge-defense pun gue masih belum tau gue dapat ide dari mana buat nulis nama si John Travolta tersebut.ckckck

Gak lama kemudian masalah ini membesar udah kayak jerawat yang tadinya cuma kecil, eh tau-taunya malah jadi gede. Oh, sh*t abiisssss.

Pada awalnya gue ngerasa kayak, "Oh please. Come on, gue gak sengaja nulis itu. Can we just move on and forget it?"

Seiring mengalirnya kasus ini, kepala gue me-recall kembali ingatan saat malam Selasa sebelum keesokan harinya ujian Kimia di hari Rabu.
Ya! Di kala senggang waktu istirahat dan untuk membunuh kebosanan gue akan buku Kimia, gue baca majalah Gog*rl!. Majalaaah brosiiist, Majalaaaah!

Di dalamnya terdapat liputan mengenai para seleb Internasional yang memiliki Private Jet, and yeaah, included John Travolta besides Madonna, Jonas Brother, & Britney Spears. U, huh! I knew it! And I know the people inside that pages, exceeept John Travolta. Okaaay then, terpecahkan sudah kunci keramat asal muasal kejadian menakjubkan ini.

Dan pada akhirnya gue menerima fakta bahwa masalah ini gak se cetek yang gue bayangkan. Saat gue menyadari bahwa gue ternyata terjebak di dalam keadaan yang bisa dikatakan Mestakung (kalo lo kenal Yohanes Surya, lo pasti tau Mestakung. Anak Fisika gueeh).
Mestakung banget sampai gue menyadari bahwa ternyataanyaaaa masih ada "tersangka" lain yang terlibat.
Sebut saja Ridho dengan jawaban "Tuhan YME", Hendra dengan jawaban "Pak Yatno", dan Alto dengan jawaban "Bu Rina"

For God Shake guuys, what the hell are you thinking about??? Well, mungkin mereka sedang membuat sedikit "oase di padang pasir".
Tapi kejadian ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran Kode Kehormatan (Kode Kehormatan adalah Kode etik sekolah kami). Dimana Kode Kehormatan memiliki 8 point yang point kedua berbunyi "Hormat Kepada Orang Tua" dan point ketiga berbunyi "Hormat Kepada Guru/Pamong"

And BOOOM, hukuman bagi pelanggaran Kode Kehormatan bisa jadi dikeluarkan dari sekolah.

U, huh. Terima saja Umi Jariyah. Ketidaksengajaan dan ketidaktahuanmu membawamu ke sebuah "panggung ketenaran". digidaaw digidaaaawww ~

Kadang gue ketawa karena itu konyol meen, konyoool.
Dan kadang gue nangis karena gue gak bisa ngebayangin kemana arah dari kasus ini kedepannya.
Posisi gue udah kelas XII, bentar lagi UAN, dan can you imagine that when you finally Dropped Out from the greatest Senior High School (for me, SMA TN is the greatest SHS, and still)

Mungkin yang buat gue masih terlihat sangat bersalah adalah, karena gue gak mau mengakui bahwa gue salah. Well, salah karena udah nulis jawaban ngasal even though gue gak sengaja ataupun gak tau siapa itu John Travolta. Dan gue NGOTOOT, ngotot kalo gue gak salah. @*&^$*&%(!&$)!

Sampai pada akhirnya gue curhat ke teman gue Suci dan gue pun dapat pencerahan.
Pada malam hari ketika gue tepat setelah mendapat pencerahan, akhirnya gue berjalan keluar asrama, ditemani teman gue (Ah, gue lupa siapa yang nemenin. Maaf ya :( ) menuju rumah Bu Rina, Pak Yatno, dan Pak Henang (beliau adalah ketua Mimbar kimia kalo gak salah, di kala itu).

Sudah habislah air mata gue, sudah kering bak gurun dan gue memutuskan untuk berdamai dengan keadaan.

Tibalah kita berempat ke final decision. Ternyata Allah masih sayang kita berempat, Pamong-pamong juga (kayaknya) masih sayang sama kita berempat.
Pada hari Senin, entah hari senin kapan, tanggal berapa dan pastinya tahun 2009, selesai upacara bendera yang rutin itu, kami berempat menuju barisan para Pamong.
Satu persatu kami menyatakan permohonan maaf keseluruh jajaran Pamong di sekolah.
Malu? Iya. Sedih? Iya. Saat itu gue kayak menegaskan kembali branding diri gue yaang, ya lo tau lah endingnya pencitraan gue hancur lebur.hmm lebay hhaha
Saat itu kita berempat udah kayak pesakitan tersangka korupsi yang teramat sangat bersalah. Di cela, dan ter-judge di depan para Pamong dan terlebih lagi ada Kepala Sekolah berserta ketiga Wakil kepala sekolah.
OMG, enouuugh, enoouuugh, gue udah gak enak hati lagi buat mengingat sejarah di area pelataran Balairung tersebut :s

Soalnya waktu kasus ini berkembang biak gue dikenalnya sebagai salah satu anggota OSIS yang dimana gue bukanlah apa yang disebutkan tersebut. *apa mungkin gue punya tampang-tampang anggota osis kali ya?*
Daaaan ~ dari para "tersangka" kasus ini, Umi Jariyah is the one and only GIRL that involved into this phenomenon. Dengan perbandingan pria dan wanita di sekolah gue emang cuma 3:1. Great!

Sebagai penetral keadaan, saat dilaksanakannya secara khidmat proses permohonan maaf oleh kami berempat, dengan sangat baiknya Pak Kun (salah satu Pamong Kimia juga) beliau berkata, "Kejadian ini sudah kami maafkan. Namun kalau terjadi 1 pelanggaran Kode Kehormatan lagi, resiko bisa dikeluarkan dari sekolah"
Dan seketika, kami, lebih tepatnya gue dalam hati, "Ok Sir, I promise I'll not gonna break that Code of Honor again. Thank you, thank you, thank you sooooo much" :'''')

Dan secara hubungan Pamong-Siswa, kasus ini bisa dikatakan sudah berakhir.
Alhamduuu . . . lillaaaaah :''')

Well,
"Apa yang dikandung oleh masa depan, siapa yang tahu?"

No comments:

Post a Comment